Maurizio Sarri Sempat Sesali Terlambat Menemukan Potensi Dries Mertens

Sebagai seorang pelatih Maurizio Sarri sempat mengakui penyesalannya karena tidak menemukan potensi mencetak gol Dries Mertens sebelumnya. Namun untungnya hal tersebut telah berlalu dan pemain timnas Belgia rutin mencetak bahkan dalam dua musim terakhinya, Ia kembali memukau.

Maurizio Sarri bersama salah satu pemain andalannya Dries Mertens
Maurizio Sarri bersama Dries Mertens di Napoli

Mertens telah mejalani karirnya mulai dari klub papan bawah, seperti, Eendracht Aalst yang bermain di divisi ketiga kompetisi sepak bola Belgia dan AGOVV Apeldoorn yang bermain di divisi kedua Belanda. Namun pada musim panas 2009, ia direkrut oleh FC Utrecht, di divisi utama Belanda selama tahun dan menuju rivalnya PSV Eindhoven.

Di klubnya yang terakhir ia telah menjadi bintang klub dimana dalam 88 pertandingan yang melibatkannya disemua kompetisi, ia telah menghasilkan 45 gol. Hal in membuat Napoli tertarik kepadanya dan berhasil mendapatkan tanda tangannya pada musim panas 2013.

Sayangnya walaupun rutin dimainkan di tim utama, namun ia tak mampu mendulang kesuksesan seperti di Belanda. Memang ia selalu mecetak dua digit di tiga musim perdananya disemua kompetisi, namun hal tersebut tidaklah cukup untuk seorang striker.

Perubahan pun terjadi di musim 2016-17 lalu, dimana pemain internasional Belgia itu menikmati musim yang paling subur untuk Napoli. Bahkan saat itu ia mencetak 34 gol dalam satu musim yang merupakan puncak kejayaannya dalam hal menjebol gawang lawan.

“Tim harus menolong dirinya sendiri pertama dan terutama, sisanya datang sebagai konsekuensinya. Jika kami memiliki performa yang luar biasa, maka Mertens akan memiliki lebih banyak peluang untuk mencetak gol, ”kata Maurizio Sarri kepada wartawan.

Dries Mertens cetak angka saat Napoli Vs Torino
Dries Mertens cetak angka saat Napoli Vs Torino

Pelatih itu mengakui ia menyesali bahwa ia baru menemukan potensi terbaik untuk sang pemain dengan menempatkannya di posisi sayap kiri dalam formasi 4-3-3 miliknya, namun hal tersebut kini terbayar.

“Sangat memuaskan bahwa striker kami telah mencetak banyak gol, tetapi kami hanya mencoba untuk mendapatkan potensi penuh di dalamnya. Gonzalo Higuain adalah kelas dunia, Dries adalah fenomenal dan jika dia melakukannya dengan sangat baik sekarang, itu hanya karena kami tidak menyadari potensi tersebut cukup dini. “.

Ia menambahkan, “Kami pikir Dries sudah lahir sebagai penyerang tengah. Namun Kami semua membuat kesalahan, termasuk saya sendiri, dengan berpikir dia paling baik datang dari bangku cadangan. ”.

Namun kini diketahui bahwa Maurizio Sarri sedang dalam perjalanannya menuju Chelsea menggantikan Antonio Conte dimusim depan. Walaupun pelatih Napoli belum memiliki banyak Piala dikantongnya, namun disinyalir, ia dibidik karena yang mampu menemukan potensi pemain dengan baik seperti kemampuan mencetak gol Dries Mertens yang sebelumnya ia gagal amati.

 

United Ingin Gantikan Michael Carrick Dengan Gelandang Napoli, Jorginho

Manchester United diketahui ingin mencari pengganti gelandang andalannya, Michael Carrick, di musim panas mendatang. Dan seperti yang diungkap oleh media The Sun, mereka telah memasukkan nama geladang Napoli asal Brasil, yaitu Jorginho.

Kontrol bola Jorginho dari Napoli
Kontrol bola Jorginho dari Napoli

Carrick mengawali karirnya sebagai pemain West Ham United yang rutin dimainkan setelah sempat dipinjamkan menuju Swindon Town dan Birmingham City di musim perdananya. Ia pun dilibatkan sebanyak 159 kali dalam lima tahun keberadaannya dan mencetak enam gol. Namun pada musim panas 2004, Ia pun beralih menuju Tottenham Hotspur dan akhirnya diboyong oleh Manchester United dua tahun kemudian.

Pemain asal Inggris itu awalnya direkrut oleh Sir Alex Ferguson untuk menggantikan Roy Keane dan hingga berganti manajer, ia masih terus dilibatkan ditim utama kubu setan merah hingga saat ini. Namun sayang, pemain tersebut kini telah berusia 36 tahun, dan memaksanya untuk gantung sepatu setela musim ini berakhir.

Tentu kehilangan Carrick akan meninggalkan United kekurangan pemain yang mampu mendistribusikan bola yang berkualitas di lini tengah serta membantu serangan dan mengendalikannya di lini tengah. Dan hal ini membuat Mourinho sibuk mencari penggantinya.

Selain itu, mereka diperkirakan takkan kehilangan Michael Carrick saja dimusim depan, karena gelandang lainya seperti Marouane Fellaini yang akan hengkang secara gratis karena tak ingin memperpanjang kontraknya, bahkan pemain dengan transfer termahal mereka yaitu Paul Pogba, juga akan pergi dari Old Trafford dimana ia memiliki hubungan tak harmonis dengan Mourinho.

Diketahui pelatih asal Portugal itu menginginkan Toni Kroos  namun namun sayangnya banyak keraguan tentang pemain gelandang andalan Real Madrid, untuk bergabung dengan mereka. Pasalnya pemain yang masih berusia 28 tahun itu memiliki performa yang baik dimana sangat membantu klub meraih gelar La Liga dan Liga Champions sejak keberadaannya. Dan masa baktinya hingga 2022, mereka akan engan menguangkannya dalam waktu dekat.

Kontrol bola Jorginho dari Napoli
Kontrol bola yang apik dari Jorginho, Napoli

United pun mencari alternatif lain dan kali ini mereka mengincar pemain gelandang Napoli yaitu Jorginho. Pasalnya beberapa musim belakangan Jorginho bisa diandalkan klubnya bahkan dimusim ini Ia telah menjadi pemain bintang untuk Napoli musim ini yang tengah memperjuangkan gelar Serie A menjatuhkan dominasi Juventus.

Meskipun demikan diyakini pemain yang memiliki kontrak hingga musim panas 2020 mendatang takkan murah, dimana Napoli masih membutuhkannya. Mereka akan menuntut jumlah yang signifikan untuk gelandang bintang mereka.

Dan seandainya Manchester United memang menginginkan Jorginho, mereka harus bertindak cepat, pasalnya, beberapa klub lain juga memburu gelandang Napoli itu seperti Manchester City. Apalagi dengan kabar bahwa Maurizio Sarri selaku pelatihnya juga dikaitkan kepergiannya menuju Chelsea menggantikan Antonio Conte, membuatnya enggan diasuh dengan pelatih baru.

 

Piotr Zielinski Kembali Jadi Sasaran Terbaru Liverpool

Pemain gelandang Piotr Zielinski belum lama ini diketahui menjadi sasaran Liverpool kembali dimusim panas mendatang, padahal sang pemain baru bermain dua musim hingga saat ini di Napoli. Hal ini diungkapkan oleh media The Sun dimana Raksasa Premier League itu ingin memperkuat lini tengah dan berharap menjadi pesaing Piala Premier League musim depan.

Liverpool ingin rekrut Piotr Zielinski
Piotr Zielinski dlirik Liverpool lagi

Zielinski merupakan pemain jebolan akademi Udinese yang dilibatkan ditim utama tahun 2012 lalu. Namun karena jarang digunakan, dua tahun kemudian ia dipinjamkan menuju rivalnya Empoli. Ia pun mulai rutin dimainkan ditim utama Empoli namun ia tak berhasil mecetak gol di musim perdananya walaupun menyumbangkan tiga assist dari 28 pertandingannya di Serie A. Barulah dimusim keduanya ia menghasilkan lima gol dan enam assist di 35 laga di kompetisi yang sama.

Napoli pun tertarik kepadanya dan di musim panas 2016 akhirnya mereka merekutnya dengan tebusan sebesar 16 jutea euro dengan masa bakti selama lima tahun. Ia pun juga menjadi pemain reguler di klub barunya dimana hingga saat ini, ia mencetak 13 gol dan sepuluh assist dari 90 pertandingannya di semua kompetisi.

Sebenarnya Liverpool telah meliriknya di bursa transfer musim panas lalu namun hal tersebut gagal mereka mereka wujudkan. Dan kini mereka ingin menghangatkan keinginan tersebut dimusim panas mendatang.

Sepertinya kedatangan Naby Keita di musim panas nanti, belum cukup membuat yakin Jurgen Klopp akan pasukannya. Mereka pun ingin memperkuat lini tengah mereka apalagi diketahui Emre Can sedang mengarahkan pandangannya menuju pintu keluar Anfield di musim panas mendantang. Karena itulah mereka melihat Zielinski sebagai pengganti yang cukup potensial.

Piotr Zielinski saat dihadang pemain AS Roma
Piotr Zielinski saat dihadang pemain AS Roma

Pemain berusia 23 tahun itu memiliki semua kualitas untuk menjadi gelandang kelas atas. Dia cepat, memiliki mata yang baik untuk gol. Ia juga merupaka pelari yang tak kenal lelah dan juga yang cerdas. Aspek pertahanan permainannya sangat bagus, dia menggunakan fisiknya dengan baik baik dengan dan tanpa kepemilikan dan mahir dengan bola di kakinya.

Kemungkinan besar Klopp akan menggunakannya di lini tengah bersama Keita, walaupun pada dasarnya ia bisa bermain di mana saja di lini tengah atau dalam serangan. Usianya yang relatif muda juga lebih mudah diolah dan membuatnya menjadi aset jangka panjang.

Liverpool sempat melayangkan penawarannya untuk pemain asal Polandia tersebut dengan jumlah 25 juta poundsterling namun mereka akan mencoba menlanjutkan penawaran lebih dari dua kali lipatnya, yaitu sebesar 57 juta poundsterling. Namun diprediksi Napoli enggan untuk menguangkannya.

Padahal Maurizio Sarri yang menjadi pelatih Napoli saat ini, telah memiliki segudang pemain lini tengah yang berkualitas tinggi seperti Marek Hamsik, Allan, Jorginho, Amadou Diawara dan Marko Rog. Namun  ia masih membutuhkan semua pemain untuk dapat mewujudkan impian mereka meraih gelar juara Serie A yang tak mereka peroleh hampir tiga dekade terakhir.

Namun diketahui ada kemungkinan Maurizio Sarri akan menggantikan Antonio Conte di Chelsea musim panas mendatang, yang membuat Piotr Zielinski ingin mencicipi Premier League juga. Apalagi di Liverpool, ia akan mendapatkan pengalaman lebih terutama ditangan maestro Jurgen Klopp dan akan mempertajamnya dimulut gawang.

 

Chelsea Ingin Gantikan Antonio Conte Dengan Maurizio Sarri

Manajer Napoli saat ini yaitu Maurizio Sarri, diketahui menjadi target buruan dari Chelsea untuk dapat mereka boyong dimusim panas mendatang. Hal ini diungkapkan oleh media The Mirror, dimana jawara Premier League musim lalu itu, ingin menggantikan posisi Antonio Conte yang telah membawa klubnya berada diperingkat kelima klasemen Premier League pada kampanye yang sedang mereka jalani.

Maurizio Sarri Napoli menuju Chelsea
Maurizio Sarri Napoli menuju Chelsea

Memang mantan manajer timnas Italia tersebut mampu tampil cemerlang dimusim perdananya di Stamford Bridge dan berhasil membawa piala Premier League untuk klubnya. Namun sayangnya hal tersebut tak berlaku musim ini bahkan ia hanya dapat membawa timnya bertengger diperingkat kelima klasemen, dan diprediksi takkan mampu meraih tiket menuju Liga Champions musim depan.

Hal ini dikarenakan saat ini The Blues menduduki tempat kelima klasemen, tertinggal lima poin di belakang Tottenham Hotspur. Cukup berat untuk mengejarnya dalam empat pertandingan yang tersisa dimusim ini. Di kompetisi Piala FA, Conte masih berkesempatan untuk menyuguhkan gelar juara, namun sepertinya hal itu takkan mengubah apapun.

Dengan dewan direksi yang kecewa, masa depan Conte pun terancam karena mereka diperkirakan akan mengambil tindakan yaitu menggantikan Conte dengan pelatih baru. Apalagi Conte tak senang dengan kebijakan klub yang bermasalah untuk mendatangkan pemain yang diinginkannya, seperti Romelu Lukaku dan beberapa pemain lainnya.

Chelsea pun dikaitkan dengan berbagai pelatih yang berpeluang untuk mengisi jabatan Conte, sebut saja manajer Juventus Massimiliano Allegri serta mantan bos Barcelona Luis Enrique. Namun kabar terbarunya, mereka mengincar pelatih Italia lainnya yaitu Maurizio Sarri yang saat ini melatih Napoli. Bahkan sang pelatih berusia 59 tahun itu juga diketahui bersedia menuju Inggris setelah musim ini usai.

Walau pun selama berkarir menjadi pelatih sejak tahun 200i lalu ia belum pernah mendapatkan piala ditim yang diasuhnya, namun Ia telah melakukan pekerjaan luar biasa sejak mengambil alih Napoli dari tangan Rafael Benitez pada musim panas 2015 lalu. Terbukti saat ini Ia membawa Napoli berada diperingkat kedua klasemen Serie A, terpaut empat poin dengan Juventus diatasnya. Masih ada kemungkinan mereka bisa menyusul walaupun cukup berat di lima pertandingan tersisa.

Maurizio Sarri bersama salah satu pemain andalannya Dries Mertens
Maurizio Sarri bersama Dries Mertens di Napoli

Maurizio Sarri telah dikenal dengan taktik sepakbola yang lentur dalam hal menyerang dan akan memperbaiki strategi Chelsea yang cenderung defensif saat di bawah Conte. Sebut saja pemain lini depan yang mulai tajam kembali dimusim ini seperti Arkadiusz Milik, Lorenzo Insigne, José Callejón dan juga Dries Mertens.

Akan menarik untuk melihat langkah Chelsea untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Antonio Conte dimusim panas mendatang. Pasalnya walaupun Maurizio Sarri diprediksi mampu memperbaiki daya serang Chelsea namun minimnya jumlah piala yang telah diraihnya, akan menjadi batu sandungan dikemudian hari.

Kapten Barcelona Yakin Timnya Bisa Sukses Dilatih Valverde

Diakui Iniesta, bahwa Valverde akan merasakan tekanan yang hebat sebagai pelatih Barcelona, karena itulah yang juga dirasakan pelatih-pelatih sebelumnya. Namun dia yakin eks Bilbao akan mampu mengatasi hal tersebut.

Kapten Barcelona Yakin Timnya Bisa Sukses Dilatih Valverde

Kendati sebelumnya belum pernah meraih trofi, Ernesto Valverde selaku manajer anyar Barcelona, tetap dipercaya oleh kapten Raksasa Catalan, Andres Iniesta, bakal mampu menghadirkan kesuksesan bagi klubnya di musim-musim mendatang. Menurutnya, Valverde merupakan sosok yang layak menukangi Raksasa Catalan.

Seperti diketahui, pihak raksasa Catalan memang telah mengumumkan pelatih anyar mereka yang akan menggantikan Luis Enrique , dimana sosok tersebut adalah Ernesto Valverde. Tentu saja, sosok yang dalam beberapa musim terakhir ini menukangi athletic Bilbao, diharapkan bisa membawa Barcelona kembali berjaya, baik di pentas domestik maupun Eropa, sebagaimana klub yang hanya mengemas trofi Copa Del Rey sepanjang kampanye musim 2016/17 ini.

Sebelumnya, Valverde adalah pelatih Athletic Bilbao, dimana dia berhasil membawa tim basque itu mampu bersaing di papan atas klasemen, kendati tak mampu menghadirkan trofi bergengsi, namun kinerjanya tetap diakui. Karenanya, Kapten Andres iniesta merasa bahwa Valverde memang merupakan sosok yang sangat layak menangani Barcelona musim depan.

Dia juga yakin, Valverde akan menghadirkan kesuksesan bagi Barcelona selama periodenya menukangi Raksasa Catalan.

“Dalam setiap proyek baru kami harus menargetkan yang terbaik. Sang pelatih [Valverde] sangat layak menangani Barcelona, jika tidak tentu dia tidak akan ditunjuk. Karena itu kami akan kembali musim depan dengan semangat besar dan juga dengan keinginan melangkah maju, hal yang tidak kami lakukan musim ini.”

“Tekanan di Barcelona selalu seperti itu. Itu tidak akan berubah, sehingga saya yakin musim depan akan menjadi musim yang hebat jika kami bisa menjalaninya dengan benar,” ujar Iniesta seperti dikutip Goal Internasional.

Sejauh ini, tidak diketahui, berapa durasi kontrak yang mengikat Valverde di Barcelona. Umumnya, sang pelatih akan diikat kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan kontrak satu tahun lagi.

Menurut Cristiano Ronaldo, Terlalu Rendah Hati Juga tak Baik

Melihat perjalanan fantastis yang dilakukan Juventus di sepanjang babak group dan Knock Out Liga Champions Eropa musim ini, Bintang Real madrid, Cristiano Ronaldo, enggan mengagungkan tim arahan Max Allegri tersebut. Sikap rendah hati terhadap kekuatan timnya memang diperlukan, tapi jika terlalu rendah hati, juga dianggap tidak bagus oleh Sosok berusia 32 tahun ini.

Menurut Cristiano Ronaldo, Terlalu Rendah Hati Juga tak Baik

Seperti diketahui, Juventus memang menunjukkan kehebatannya musim ini. Mereka tak hanya mampu menegaskan status sebagai yang terkuat di Italia dengan memenangkan Scudetto ke enam secara beruntun dan mempertahankan Coppa Italia untuk tiga edisi terakhir secara beruntun, tapi Taring bianconneri di Liga Champions Eropa patut diacungi jempol.

Skuat yang dibesut Massimiliano Allegri tersebut tampil terengginas sepanjang fase Knock Out, dengan hanya kebobolan satu gol , membuktikan bahwa mereka memang memiliki lini pertahanan terbaik saat ini. Sedangkan di fase group, Buffon cs hanya kecolongan dua gol saja.

Tak heran jika Juventus dianggap sebagai lawan yang akan sangat sulit ditaklukan Real Madrid pada partai final nanti. Namun, Cristiano Ronaldo sendiri enggan terlalu meninggikan derajat tim lawan, dan justru merendahkan performa timnya. Terlalu rendah hati tidak menunjukkan seorang juara menurut Eks Manchester United ini, justru rasa percaya diri yang tinggi dan keyakinan yang sangat diperlukan.

“Hari ketika final dilangsungkan, akan banyak rasa tegang di sana. Jadi saya lebih memilih untuk terus bekerja keras dan tak terlalu memikirkan final. Terlalu rendah hati juga tidak bagus untuk pemain juara. Sebaliknya, kami justru harus yakin dan menunjukkan karakter sejati guna buktikan siapa yang terbaik,” ujar Ronaldo, seperti dikutip Marca.

Jika berhasil memenangkan partai final yang akan berlangsung di Cardiff nanti, Cristiano Ronaldo tak hanya akan mengemas trofi Liga Champions Eropa ke empat dalam karirnya, tapi juga membawa Real Madrid menjadi tim pertama dalam sejarah yang memenangkan dua edisi Liga champions Eropa secara beruntun.

Tatap Final UCL, Allegri Minta Para Pemainnya Lebih Tenang

Menurut sang juru taktik, partai final tidak hanya bisa dimenangkan dengan antusiasme dan kepercayaan diri, tapi juga dibutuhkan ketenangan dalam usaha tersebut untuk bisa menuntaskan laga dengan kemenangan.

Tatap Final UCL, Allegri Minta Para Pemainnya Lebih Tenang

Satu langkah lagi yang perlu dilakukan Juventus untuk mengakhiri puasa gelar Liga Champions Eropa selama lebih dari dua dekade dan menorehkan treble winner pertama dalam sejarah klub. Mereka akan berhadapan dengan Real Madrid di Final UCL musim ini, dan dalam waktu yang kurang dari sepekan, Pelatih Max Allegri meminta kepada semua pemainnya untuk tetap tenang.

Ini adalah final kedua bagi Juventus dalam tiga tahun terakkhir , dimana sebelumnya mereka berhasil mencapai babak final usai singkirkan Real Madrid di babak semifinal, untuk kemudian berhadapan dengan Barcelona di puncak. Pada laga pamungkas yang berlangsung di Berlin, Buffon dkk akhirnya harus puas dengan status sebagai runner up usai dikalahkan Raksasa Catalan lewat skor akhir 3-1.

Sejumlah pihak, termasuk bek Barcelona, Gerard Pique, menilai bahwa kesalahan Juventus dalam pertandingan tersebut hanya satu, tegang. Ya, para pemain Bianconneri memang terlihat tegang, dan karena alasan ini, max Allegri tak ingin ada kesalahan serupa terulang saat menghadapi real Madrid di cardiff nanti. Sang manajer menyerukan agar para pemainnya tetap tenang.

“Musim ini berjalan indah. Tinggal Cardiff yang tersisa. Mulai Senin, kami hanya akan bersiap untuk memenangi laga final itu,”

“Kami akan berangkat ke Cardiff dengan penuh ketenangan. Hanya dengan cara itu sebuah laga final akan dimenangkan. Itu akan menjadi laga yang luar biasa melawan tim yang juga luar biasa. Tidak setiap musim kami bisa mendapat kesempatan ini. Kami bermain di final kedua dalam tiga musim terakhir. Semua ini berkat kerja keras para pemain dan semua orang di klub. Untuk memenangi final tidak cuma butuh antuasiasme atau kepercayaan diri, namun juga ketenangan,” kata Allegri seperti dikutip Mediaset Premium .

Adapun, pertandingan final ini akan digelar di Cardiff Stadium, Wales, pada 4 Juni mendatang.

Raphael Varane Siap Sambut Mbappe di Madrid

Pemain berusia 24 tahun itu mengakui bahwa Bomber Muda Monaco memiliki talenta dan potensi yang besar untuk jadi pemain hebat di masa mendatang. Karenanya, Varane akan siap menyambut kehadiran Mbappe, terlebih yang bersangkutan juga berasal dari Prancis.

Raphael Varane Siap Sambut Mbappe di Madrid

Bek Raphael Varane belum lama ini turut buka suara soal desas-desus kedatangan penyerang muda asal Negaranya, Prancis, dimana sosok tersebut tak lain tak tak bukan adalah Kylian Mbappe. Meskipun rumor ini dipercaya hanya 50 persen kebenarannya, Varane mengaku siap tetap menyambut kehadiran pemain 20 tahun itu di Santiago Bernabeu.

Harus Dikatakan dan harus diakui bahwa Mbappe saat ini adalah salah satu investasi menjanjikan yang dimiliki AS Monaco. Performa gemilang ditampilkan penyerang belia asal Prancis itu dengan torehan 15 gol dari 29 penampilannya di semua ajang pada kampanye musim 2016/17 ini. Lewat catatan apik tersebutpun Mbappe mampu menggiring AS Monaco sampai ke Semifinal Liga Champions Eropa dan mematahkan dominasi Paris Saint-Germain dalam perburuan titel Ligue 1 Prancis.

Tak ada yang salah jika kemudian performa apik ini berujung pada pengakuan banyak pihak, sebagaimana munculnya ketertarikan dari sejumlah raksasa Eropa akan sosok berusia 20 tahun ini. Raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid , diklaim sebagai tim yang begitu mendambakan sosok Mbappe. Meskipun berdasarkan informasi yang terdengar, Madrid tak mau merogoh kocek yang cukup dalam untuk menebus sang pemain dari Monaco, tapi Bek mereka, Raphael Varane tetap siap menyambut kehadiran sang Bomber muda di Santiago bernabeu.

Pemain berusia 24 tahun ini juga mengaku akan berbicara tentang kemungkinan transfer ini dengan Mbappe jika ada kesempatan bertemu di Tim Nasional Prancis pada musim panas nanti.

“Mbappe adalah youngster yang sangat bagus dengan potensi besar, Akan menyenangkan untuk melihatnya di sini. Berhubung dia orang Prancis, maka dia akan disambut. Kami pasti akan membahas mengenai kemungkinan itu [ketika ada kesempatan].” kata Varane kepada Telefoot.

Neymar Berkembang Banyak tapi Sayang Kurang Trofi

Hal tersebut dituturkan oleh manajer Luis Enrique yang tengah menjalani musim terakhirnya sebagai pelatih Barcelona. Pemain Brazil disebut sang manajer sudah berkembang pesat, dari segi permainan, kedewasaan, kematangan dan pemahaman akan pertandingan.

Neymar Berkembang Banyak tapi Sayang Kurang Trofi

Bintang muda Brazil, Neymar JR, tengah menjalani tahun ke empatya bersama dengan Barcelona. Selama empat tahun terakhir, sosok berusia 25 tahun itu telah berkembang sangat pesat, namun sayangnya pada kampanye musim ini, disaat perkembangannya terlihat jelas, sang pemain justru belum memenangkan trofi apapun.

Seperti diketahui, Neymar didatangkan dari Santos pada bursa transfer musim panas tahun 2013 silam. Pada musim debutnya bersama Raksasa Catalan, bintang Brazil ini bisa dikatakan belum mampu tampil maksimal. Tapi di musim kedua, musim ketiga dan puncaknya di musim ini, Neymar tampil gemilang. Dia memang tidak begitu bagus dalam hal statistik musim ini, namun secara performa, eks pemain Santos pantas diacungi dua jempol.

Pelatih Luis Enrique sendiri mengakui hal tersebut, Neymar dianggapnya telah berkembang pesat sejak hari pertama di barcelona. Tak hanya dalam hal kematangan dan kedewasaan bermain, tapi juga tentang bagaimana memahami jalannya pertandingan. Namun, disayangkan sang manajer, Bintang brazil itu hanya kurang raihan trofi.

“Neymar telah berevolusi sejak saya datang ke Barca. Anda bisa melihat kedewasaannya dan perkembangannya dalam permainannya, bukan hanya dalam hal kemampuan tapi juga dalam memahami permainan. Ia menjalani musim yang hebat, tapi pemain membutuhkan trofi dan tahun ini mereka kurang mendapatkannya,” ujar Enrique.

Adapun, Barcelona saat ini tengah menatap partai final Copa Del Rey, dimana mereka akan berhadapan dengan Deportivo Alaves. Trofi Piala Raja menjadi satu-satunya harapan Barca musim ini setelah sebelumnya gagal dalam persaingan liga champions dan mempertahankan trofi La Liga.

Francesco Totti akhirnya Umumkan Laga Terakhirnya Dengan Roma

Hanya saja, sang Kapten tidak menjelaskan secara detail, apakah itu laga terakhirnya sebagai pemain bersama klub, atau hanya laga terakhirnya bersama AS Roma. Yang jelas, di akhir perkataannya, Totti mengaku siap untuk tantangan baru.

Francesco Totti akhirnya Umumkan Laga Terakhirnya Dengan Roma

Setelah sekian lama hanya terdengar sebagai kabar angin, akhirnya legenda hidup sekaligus kapten AS Roma, memberikan konfirmasi terkait dengan masa depannya bersama klub. Diakui oleh Francesco Totti bahwa laga kontra Genoa pada minggu mendatang merupakan laga terakhirnya bersama dengan AS Roma.

Sebagaimana diketahui, Totti memang telah berusia 40 tahun saat ini, melalui 25 tahun terakhir sebagai pemain AS Roma, mengenakan seragam kebanggaan klub dan menjadi idola dari para tifosi Gialorossi. Tak heran jika musim ini dipercaya sebagai musim terakhir bagi sang kapten untuk menjalani karirnya sebagai pemain sepakbola.

Bahkan, pihak AS Roma juga sudah mempersiapkan jabatan baru untuk diperankan Totti jika memang sang legenda memutuskan pensiun, dimana jabatan tersebut sendiri adalah direktur teknik. Sayangnya, belakangan, Totti masih bungkam soal keputusan masa depannya, apakah akan tetap bermain atau gantung sepatu.

Tapi yang jelas, laga melawan Genoa nanti, Totti mengakui adalah laga terakhirnya sebagai pemain AS Roma, hanya saja pernyataannya itu masih ambigu, karena tidak mendetail.

“Roma versus Genoa, Minggu, 28 Mei 2017, merupakan pertandingan terakhir saya dengan mengenakan seragam Roma. Sungguh mustahil diungkapkan dalam beberapa kata, seluruh warna klub yang mewakili saya. Saya hanya merasa, cinta saya pada sepakbola belumlah berakhir.”

“Ini adalal soal passion. Inilah passion saya. Begitu dalam, sehingga saya tidak sampai berpikir untuk berhenti dari sepakbola. Tidak pernah. Mulai Minggu, saya siap untuk pergi. Saya siap untuk tantangan baru,” papar Totti.