Masuk Grup Neraka, Timnas Maroko Jadi Unggulan

timnas maroko 2018

Grup neraka selalu tercipta dalam kompetisi Piala Dunia termasuk di tahun ini. Salah satu grup neraka yang hadir di edisi ke-21 ini adalah grup B yang ditempati timnas Portugal, timnas Spanyol, timnas Maroko, dan timnas Iran. Di atas kertas, Portugal dan Spanyol pastinya akan lebih dijagokan pada fase grup.

Akan tetapi, timnas Maroko bukanlah tim yang mudah. Maroko saat ini berisi para pemain muda dan tangguh serta berpengalaman di Eropa. Kapten Timnas sendiri adalah Medhi Benatia. Pemain andalan Juventus ini justru memilih memperkuat Maroko daripada timnas Prancis, padahal Benatia merupakan pemain kelahiran Courcouronnes, Prancis.

Selain Benatia, ada Mbark Boussoufa. Mantan pemain Chelsea tersebut merupakan pemain dari Amsterdam, Belanda. Gelandang mereka, Hakim Ziyech juga berasal dari Belanda. Namun, mereka memilih memperkuat Maroko. Diyakini dengan susunan pemain tim kini, penampilan mereka tidak boleh dianggap gampang.

Selain pemain timnas Maroko, ada juga pelatih yang sukses menjadikan Maroko dapat kembali unjuk gigi di Piala Dunia 2018. Dia adalah pria dari Prancis yang bernama Herve Renard. Herve sendiri adalah mantan pelatih Pantai Gading yang sudah berpengalaman di negara Afrika. Dirinya juga sempat melatih Angola hingga Lilie dalam Liga Prancis.

Salah satu legenda timnas, Mustapha Hadji meyakini jika generasi baru Timnas Maroko ini akan membuat kejutan di Rusia nanti.

“Para pemain timnas ini akan memiliki peluang besar dalam mencatatkan sejarah di sepakbola negara ini. Mereka akan merasakan bagaimana spesialnya memperkuat negara di Piala Dunia, ini kesempatan yang tidak semua pemain dapat rasakan,” ucap pria yang pernah bermain di Coventry dan Aston Villa itu.

 

Pemain Muda Real Madrid ini Akan Perkuat Timnas Maroko

Achraf Hakimi, pemain muda Timnas Maroko

Salah satu pemain dari Real Madrid, yakni Achraf Hakimi sukses menciptakan gol debut untuk Timnas Maroko di laga babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Afrika kontra Mali, pada Jumat (1/9/2017). Dalam laga itu, timnas Maroko sukses menang dengan skor telak 6-0.

Achraf Hakimi yang melaksanakan debut dalam laga resmi internasional dengan timnas Maroko sukses menciptakan gol keempat pada menit ke-72. Gol ini melengkapi perayaan gol Maroko yang diciptakan Hakim Ziyech di menit ke-19 dan ke-61, Khalid Bothaib (27′), Faycal Fajr (86′), dan Mimoun Mahi (88′).

Selama musim ini, pemain berumur 18 tahun tersebut juga baru akan masuk dalam daftar skuat inti Real Madrid. Pemain yang saat ini menjadi bek sayap tersebut merupakan pemain lulusan akademi Real Madrid dan sudah bermain di tim sejak tahun 2006 atau kala dia berumur 7 tahun.

Selama musim ini, Madrid bersama Zinedine Zidane memang lebih memainkan pemain muda. Selain Achraf Hakimi, ada juga pemain muda lainnya, seperti Marco Asensio, Borja Mayoral, Marco Llorente,Theo Hernandez, dan putra sang pelatih, Luca Zidane.

Hal ini sejatinya tidak biasa untuk Madrid, namun bersama Zinedine Zidane, pemain muda lebih mendapat waktu dan kepercayaan membela timnya. Walau dari satu sisi merupakan sebuah hal baik untuk karir Hakimi, tapi perjuangannya masuk sebagai pemain starting eleven di musim ini sepertinya cukup berat karena persaingan dengan Dani Carvajal.

Namun, di timnas Maroko, namanya akan menjadi salah satu pemain di Piala dunia 2018 mendatang. Sementara itu, Maroko akan bertarung di Grup B dengan timnas Spanyol, timnas Portugal, timnas Iran.

Profil dan Pemain Timnas Maroko yang Tampil di Piala Dunia 2018

timnas maroko 2018

Setelah 20 tahun tidak muncul pada perhelatan Piala Dunia, kali ini timnas Maroko kembali muncul ke permukaan. Negara di Afrika tersebut terakhir kali masuk ke babak putaran final Piala Dunia 1998 di Prancis.

Saat ini, selang empat edisi Piala Dunia, timnas Maroko bersiap memperlihatkan kemampuannya. Maroko menjadi sau dari lima negara Afrika yang berhasil menuju ke babak putaran final Piala Dunia 2018.

Mereka melaju dari Afrika sebagai juara Grup C dengan berhasil melawan Pantai Gading, Gabon, serta Mali. Dari 6 laga di babak kualifikasi beberapa waktu yang lalu, Maroko sukses mencatatkan 3 kemenangan dan 3 hasil seri. Itu artinya mereka tak terkalahkan selama menjalani laga kualifikasi.

Kondisi tersebut menjadikan Maroko merasa senang dapat unjuk gigi di Rusia nanti. Akan tetapi, dunia sepak bola tak hanya soal semangat dan rasa percaya diri. Banyak hal yang menjadi penentunya. Termasuk skema dari pesaing di fase grup.

Maroko sendiri masuk ke grup B dengan Portugal, Spanyol dan Iran. Dan dua timnas pertama jelas menjadi lawan sulit untuk mereka. Bahkan Iran pun cukup sulit untuk Maroko. Akan tetapi, jika Herve Renard, pelatih mereka dapat memainkan skema tepat dan pemain yang tangguh, bukan tidak mungkin mereka memberikan kejutan.

Kapten Maroko, yakni Medhi Benatia juga diharapkan dapat membawa timnya kian bersemangat meraih kemenangan demi mencatatkan sejarah baru dalam timnas mereka.

Berikut Profil Timnas Maroko

Julukan: Atlas Lions

Konfederasi: CAF (Afrika)

Pelatih: Herve Renard

Kapten: Medhi Benatia

Kode FIFA: MAR

Ranking FIFA: 42

Penampilan di Piala Dunia: 5

Prestasi Terbaik di Piala Dunia: 16 besar

Prediksi: Penyisihan grup

Grup B: Portugal, Spanyol, Maroko, Iran

Jadwal Pertandingan Maroko

15 Juni 2018 : Maroko vs Iran, Krestovsky Stadium, St Petersburg

20 Juni 2018 : Portugal vs Maroko, Luzhniki Stadium, Moskow

25 Juni 2018 : Spanyol vs Maroko, Kaliningrad Stadium, Kaliningrad

Berikut Skuad Maroko 2018

Munir El Mohammadi, Yassine Bounou, Ahmed Reda Tagnaouti, Medhi Benatia, Romain Ghannam Saiss, Manuel Da Costa, Badr Banoun, Nabil Dirar, Hamza Mendyl, Achraf Hakimi, Karim El Ahmadi, Moubarak Boussoufa, Youness Belhanda, Hakim Ziyech, Sofyan Amrabat, Amine Harit, Youssef Ait Bennasser, Faycal Fajr, Mehdi Carcela-Gonzales, Nordin Amrabat, Khalid Boutaib, Aziz Bouhaddouz, Ayoub El Kaabi.

Bukan Timnas Spanyol, Timnas Portugal Ternyata Takutkan Ini

Fernando Santos, pelatih Timnas Portugal,

Timnas Portugal mungkin menjadi tim unggulan untuk Piala dunia 2018 mendatang. Namun, tidak bagi Fernando Santos. Dia merasakan jika Maroko dan Iran justru yang paling ditakuti di babak penyisihan grup B. Walau Spanyol tetap jadi lawan terberat mereka, Santos tetap tidak akan santai menghadapi dua negara tersebut.

Performa terbaik pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 merupakan alasan Fernando Santos waspada pada timnas Maroko dan timnas Iran. Di kualifikasi yang lalu, Maroko dapat melaju ke Rusia dengan status tidak terkalahkan dan hasil seri dari enam laga mereka. Selain itu, mereka tidak pernah kemasukan selama tampil.

Penampilan impresif juga datang dari Iran di babak kualifikasi. Mereka berhasil menjadi juara grup A dengan status tidak terkalahkan. Mereka juga hanya kemasukan dua gol.

“Ini merupakan grup yang begitu sulit dan terkadang menipu. Portugal bisa saja jadi favorit, namun tidak jika Anda melihat lebih lanjut. Anda akan menyaksikan kami memiliki lawan yang berat. Spanyol sudah pasti jadi tim unggulan,” ujar Santos.

Timnas Maroko merupakan tim mengesankan. Dengan pemain yang tidak kalah menarik dan berpengalaman. Timnas Iran dengan hasil yang fantastis dan punya pelatih yang sudah pernah melatih Portugal.

Sesuai dengan hasil undian Piala Dunia 2018 di Moskow akhir tahun lalu, timnas Portugal dipastikan akan masuk ke Grup B dengan timnas Spanyol, timnas Moroko, dan timnas Iran. Tak tanggung-tanggung, Portugal langsung melawna Spanyol pada laga awal pada tanggal 16 Juni.

Lalu, Portugal akan melawan Moroko di tanggal 20 Juni mendatang. Selang lima hari kemudian, mereka akan berhadapan dengan Iran.

Maurizio Sarri Sempat Sesali Terlambat Menemukan Potensi Dries Mertens

Sebagai seorang pelatih Maurizio Sarri sempat mengakui penyesalannya karena tidak menemukan potensi mencetak gol Dries Mertens sebelumnya. Namun untungnya hal tersebut telah berlalu dan pemain timnas Belgia rutin mencetak bahkan dalam dua musim terakhinya, Ia kembali memukau.

Maurizio Sarri bersama salah satu pemain andalannya Dries Mertens
Maurizio Sarri bersama Dries Mertens di Napoli

Mertens telah mejalani karirnya mulai dari klub papan bawah, seperti, Eendracht Aalst yang bermain di divisi ketiga kompetisi sepak bola Belgia dan AGOVV Apeldoorn yang bermain di divisi kedua Belanda. Namun pada musim panas 2009, ia direkrut oleh FC Utrecht, di divisi utama Belanda selama tahun dan menuju rivalnya PSV Eindhoven.

Di klubnya yang terakhir ia telah menjadi bintang klub dimana dalam 88 pertandingan yang melibatkannya disemua kompetisi, ia telah menghasilkan 45 gol. Hal in membuat Napoli tertarik kepadanya dan berhasil mendapatkan tanda tangannya pada musim panas 2013.

Sayangnya walaupun rutin dimainkan di tim utama, namun ia tak mampu mendulang kesuksesan seperti di Belanda. Memang ia selalu mecetak dua digit di tiga musim perdananya disemua kompetisi, namun hal tersebut tidaklah cukup untuk seorang striker.

Perubahan pun terjadi di musim 2016-17 lalu, dimana pemain internasional Belgia itu menikmati musim yang paling subur untuk Napoli. Bahkan saat itu ia mencetak 34 gol dalam satu musim yang merupakan puncak kejayaannya dalam hal menjebol gawang lawan.

“Tim harus menolong dirinya sendiri pertama dan terutama, sisanya datang sebagai konsekuensinya. Jika kami memiliki performa yang luar biasa, maka Mertens akan memiliki lebih banyak peluang untuk mencetak gol, ”kata Maurizio Sarri kepada wartawan.

Dries Mertens cetak angka saat Napoli Vs Torino
Dries Mertens cetak angka saat Napoli Vs Torino

Pelatih itu mengakui ia menyesali bahwa ia baru menemukan potensi terbaik untuk sang pemain dengan menempatkannya di posisi sayap kiri dalam formasi 4-3-3 miliknya, namun hal tersebut kini terbayar.

“Sangat memuaskan bahwa striker kami telah mencetak banyak gol, tetapi kami hanya mencoba untuk mendapatkan potensi penuh di dalamnya. Gonzalo Higuain adalah kelas dunia, Dries adalah fenomenal dan jika dia melakukannya dengan sangat baik sekarang, itu hanya karena kami tidak menyadari potensi tersebut cukup dini. “.

Ia menambahkan, “Kami pikir Dries sudah lahir sebagai penyerang tengah. Namun Kami semua membuat kesalahan, termasuk saya sendiri, dengan berpikir dia paling baik datang dari bangku cadangan. ”.

Namun kini diketahui bahwa Maurizio Sarri sedang dalam perjalanannya menuju Chelsea menggantikan Antonio Conte dimusim depan. Walaupun pelatih Napoli belum memiliki banyak Piala dikantongnya, namun disinyalir, ia dibidik karena yang mampu menemukan potensi pemain dengan baik seperti kemampuan mencetak gol Dries Mertens yang sebelumnya ia gagal amati.

 

United Ingin Gantikan Michael Carrick Dengan Gelandang Napoli, Jorginho

Manchester United diketahui ingin mencari pengganti gelandang andalannya, Michael Carrick, di musim panas mendatang. Dan seperti yang diungkap oleh media The Sun, mereka telah memasukkan nama geladang Napoli asal Brasil, yaitu Jorginho.

Kontrol bola Jorginho dari Napoli
Kontrol bola Jorginho dari Napoli

Carrick mengawali karirnya sebagai pemain West Ham United yang rutin dimainkan setelah sempat dipinjamkan menuju Swindon Town dan Birmingham City di musim perdananya. Ia pun dilibatkan sebanyak 159 kali dalam lima tahun keberadaannya dan mencetak enam gol. Namun pada musim panas 2004, Ia pun beralih menuju Tottenham Hotspur dan akhirnya diboyong oleh Manchester United dua tahun kemudian.

Pemain asal Inggris itu awalnya direkrut oleh Sir Alex Ferguson untuk menggantikan Roy Keane dan hingga berganti manajer, ia masih terus dilibatkan ditim utama kubu setan merah hingga saat ini. Namun sayang, pemain tersebut kini telah berusia 36 tahun, dan memaksanya untuk gantung sepatu setela musim ini berakhir.

Tentu kehilangan Carrick akan meninggalkan United kekurangan pemain yang mampu mendistribusikan bola yang berkualitas di lini tengah serta membantu serangan dan mengendalikannya di lini tengah. Dan hal ini membuat Mourinho sibuk mencari penggantinya.

Selain itu, mereka diperkirakan takkan kehilangan Michael Carrick saja dimusim depan, karena gelandang lainya seperti Marouane Fellaini yang akan hengkang secara gratis karena tak ingin memperpanjang kontraknya, bahkan pemain dengan transfer termahal mereka yaitu Paul Pogba, juga akan pergi dari Old Trafford dimana ia memiliki hubungan tak harmonis dengan Mourinho.

Diketahui pelatih asal Portugal itu menginginkan Toni Kroos  namun namun sayangnya banyak keraguan tentang pemain gelandang andalan Real Madrid, untuk bergabung dengan mereka. Pasalnya pemain yang masih berusia 28 tahun itu memiliki performa yang baik dimana sangat membantu klub meraih gelar La Liga dan Liga Champions sejak keberadaannya. Dan masa baktinya hingga 2022, mereka akan engan menguangkannya dalam waktu dekat.

Kontrol bola Jorginho dari Napoli
Kontrol bola yang apik dari Jorginho, Napoli

United pun mencari alternatif lain dan kali ini mereka mengincar pemain gelandang Napoli yaitu Jorginho. Pasalnya beberapa musim belakangan Jorginho bisa diandalkan klubnya bahkan dimusim ini Ia telah menjadi pemain bintang untuk Napoli musim ini yang tengah memperjuangkan gelar Serie A menjatuhkan dominasi Juventus.

Meskipun demikan diyakini pemain yang memiliki kontrak hingga musim panas 2020 mendatang takkan murah, dimana Napoli masih membutuhkannya. Mereka akan menuntut jumlah yang signifikan untuk gelandang bintang mereka.

Dan seandainya Manchester United memang menginginkan Jorginho, mereka harus bertindak cepat, pasalnya, beberapa klub lain juga memburu gelandang Napoli itu seperti Manchester City. Apalagi dengan kabar bahwa Maurizio Sarri selaku pelatihnya juga dikaitkan kepergiannya menuju Chelsea menggantikan Antonio Conte, membuatnya enggan diasuh dengan pelatih baru.

 

Piotr Zielinski Kembali Jadi Sasaran Terbaru Liverpool

Pemain gelandang Piotr Zielinski belum lama ini diketahui menjadi sasaran Liverpool kembali dimusim panas mendatang, padahal sang pemain baru bermain dua musim hingga saat ini di Napoli. Hal ini diungkapkan oleh media The Sun dimana Raksasa Premier League itu ingin memperkuat lini tengah dan berharap menjadi pesaing Piala Premier League musim depan.

Liverpool ingin rekrut Piotr Zielinski
Piotr Zielinski dlirik Liverpool lagi

Zielinski merupakan pemain jebolan akademi Udinese yang dilibatkan ditim utama tahun 2012 lalu. Namun karena jarang digunakan, dua tahun kemudian ia dipinjamkan menuju rivalnya Empoli. Ia pun mulai rutin dimainkan ditim utama Empoli namun ia tak berhasil mecetak gol di musim perdananya walaupun menyumbangkan tiga assist dari 28 pertandingannya di Serie A. Barulah dimusim keduanya ia menghasilkan lima gol dan enam assist di 35 laga di kompetisi yang sama.

Napoli pun tertarik kepadanya dan di musim panas 2016 akhirnya mereka merekutnya dengan tebusan sebesar 16 jutea euro dengan masa bakti selama lima tahun. Ia pun juga menjadi pemain reguler di klub barunya dimana hingga saat ini, ia mencetak 13 gol dan sepuluh assist dari 90 pertandingannya di semua kompetisi.

Sebenarnya Liverpool telah meliriknya di bursa transfer musim panas lalu namun hal tersebut gagal mereka mereka wujudkan. Dan kini mereka ingin menghangatkan keinginan tersebut dimusim panas mendatang.

Sepertinya kedatangan Naby Keita di musim panas nanti, belum cukup membuat yakin Jurgen Klopp akan pasukannya. Mereka pun ingin memperkuat lini tengah mereka apalagi diketahui Emre Can sedang mengarahkan pandangannya menuju pintu keluar Anfield di musim panas mendantang. Karena itulah mereka melihat Zielinski sebagai pengganti yang cukup potensial.

Piotr Zielinski saat dihadang pemain AS Roma
Piotr Zielinski saat dihadang pemain AS Roma

Pemain berusia 23 tahun itu memiliki semua kualitas untuk menjadi gelandang kelas atas. Dia cepat, memiliki mata yang baik untuk gol. Ia juga merupaka pelari yang tak kenal lelah dan juga yang cerdas. Aspek pertahanan permainannya sangat bagus, dia menggunakan fisiknya dengan baik baik dengan dan tanpa kepemilikan dan mahir dengan bola di kakinya.

Kemungkinan besar Klopp akan menggunakannya di lini tengah bersama Keita, walaupun pada dasarnya ia bisa bermain di mana saja di lini tengah atau dalam serangan. Usianya yang relatif muda juga lebih mudah diolah dan membuatnya menjadi aset jangka panjang.

Liverpool sempat melayangkan penawarannya untuk pemain asal Polandia tersebut dengan jumlah 25 juta poundsterling namun mereka akan mencoba menlanjutkan penawaran lebih dari dua kali lipatnya, yaitu sebesar 57 juta poundsterling. Namun diprediksi Napoli enggan untuk menguangkannya.

Padahal Maurizio Sarri yang menjadi pelatih Napoli saat ini, telah memiliki segudang pemain lini tengah yang berkualitas tinggi seperti Marek Hamsik, Allan, Jorginho, Amadou Diawara dan Marko Rog. Namun  ia masih membutuhkan semua pemain untuk dapat mewujudkan impian mereka meraih gelar juara Serie A yang tak mereka peroleh hampir tiga dekade terakhir.

Namun diketahui ada kemungkinan Maurizio Sarri akan menggantikan Antonio Conte di Chelsea musim panas mendatang, yang membuat Piotr Zielinski ingin mencicipi Premier League juga. Apalagi di Liverpool, ia akan mendapatkan pengalaman lebih terutama ditangan maestro Jurgen Klopp dan akan mempertajamnya dimulut gawang.

 

Chelsea Ingin Gantikan Antonio Conte Dengan Maurizio Sarri

Manajer Napoli saat ini yaitu Maurizio Sarri, diketahui menjadi target buruan dari Chelsea untuk dapat mereka boyong dimusim panas mendatang. Hal ini diungkapkan oleh media The Mirror, dimana jawara Premier League musim lalu itu, ingin menggantikan posisi Antonio Conte yang telah membawa klubnya berada diperingkat kelima klasemen Premier League pada kampanye yang sedang mereka jalani.

Maurizio Sarri Napoli menuju Chelsea
Maurizio Sarri Napoli menuju Chelsea

Memang mantan manajer timnas Italia tersebut mampu tampil cemerlang dimusim perdananya di Stamford Bridge dan berhasil membawa piala Premier League untuk klubnya. Namun sayangnya hal tersebut tak berlaku musim ini bahkan ia hanya dapat membawa timnya bertengger diperingkat kelima klasemen, dan diprediksi takkan mampu meraih tiket menuju Liga Champions musim depan.

Hal ini dikarenakan saat ini The Blues menduduki tempat kelima klasemen, tertinggal lima poin di belakang Tottenham Hotspur. Cukup berat untuk mengejarnya dalam empat pertandingan yang tersisa dimusim ini. Di kompetisi Piala FA, Conte masih berkesempatan untuk menyuguhkan gelar juara, namun sepertinya hal itu takkan mengubah apapun.

Dengan dewan direksi yang kecewa, masa depan Conte pun terancam karena mereka diperkirakan akan mengambil tindakan yaitu menggantikan Conte dengan pelatih baru. Apalagi Conte tak senang dengan kebijakan klub yang bermasalah untuk mendatangkan pemain yang diinginkannya, seperti Romelu Lukaku dan beberapa pemain lainnya.

Chelsea pun dikaitkan dengan berbagai pelatih yang berpeluang untuk mengisi jabatan Conte, sebut saja manajer Juventus Massimiliano Allegri serta mantan bos Barcelona Luis Enrique. Namun kabar terbarunya, mereka mengincar pelatih Italia lainnya yaitu Maurizio Sarri yang saat ini melatih Napoli. Bahkan sang pelatih berusia 59 tahun itu juga diketahui bersedia menuju Inggris setelah musim ini usai.

Walau pun selama berkarir menjadi pelatih sejak tahun 200i lalu ia belum pernah mendapatkan piala ditim yang diasuhnya, namun Ia telah melakukan pekerjaan luar biasa sejak mengambil alih Napoli dari tangan Rafael Benitez pada musim panas 2015 lalu. Terbukti saat ini Ia membawa Napoli berada diperingkat kedua klasemen Serie A, terpaut empat poin dengan Juventus diatasnya. Masih ada kemungkinan mereka bisa menyusul walaupun cukup berat di lima pertandingan tersisa.

Maurizio Sarri bersama salah satu pemain andalannya Dries Mertens
Maurizio Sarri bersama Dries Mertens di Napoli

Maurizio Sarri telah dikenal dengan taktik sepakbola yang lentur dalam hal menyerang dan akan memperbaiki strategi Chelsea yang cenderung defensif saat di bawah Conte. Sebut saja pemain lini depan yang mulai tajam kembali dimusim ini seperti Arkadiusz Milik, Lorenzo Insigne, José Callejón dan juga Dries Mertens.

Akan menarik untuk melihat langkah Chelsea untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Antonio Conte dimusim panas mendatang. Pasalnya walaupun Maurizio Sarri diprediksi mampu memperbaiki daya serang Chelsea namun minimnya jumlah piala yang telah diraihnya, akan menjadi batu sandungan dikemudian hari.

Kapten Barcelona Yakin Timnya Bisa Sukses Dilatih Valverde

Diakui Iniesta, bahwa Valverde akan merasakan tekanan yang hebat sebagai pelatih Barcelona, karena itulah yang juga dirasakan pelatih-pelatih sebelumnya. Namun dia yakin eks Bilbao akan mampu mengatasi hal tersebut.

Kapten Barcelona Yakin Timnya Bisa Sukses Dilatih Valverde

Kendati sebelumnya belum pernah meraih trofi, Ernesto Valverde selaku manajer anyar Barcelona, tetap dipercaya oleh kapten Raksasa Catalan, Andres Iniesta, bakal mampu menghadirkan kesuksesan bagi klubnya di musim-musim mendatang. Menurutnya, Valverde merupakan sosok yang layak menukangi Raksasa Catalan.

Seperti diketahui, pihak raksasa Catalan memang telah mengumumkan pelatih anyar mereka yang akan menggantikan Luis Enrique , dimana sosok tersebut adalah Ernesto Valverde. Tentu saja, sosok yang dalam beberapa musim terakhir ini menukangi athletic Bilbao, diharapkan bisa membawa Barcelona kembali berjaya, baik di pentas domestik maupun Eropa, sebagaimana klub yang hanya mengemas trofi Copa Del Rey sepanjang kampanye musim 2016/17 ini.

Sebelumnya, Valverde adalah pelatih Athletic Bilbao, dimana dia berhasil membawa tim basque itu mampu bersaing di papan atas klasemen, kendati tak mampu menghadirkan trofi bergengsi, namun kinerjanya tetap diakui. Karenanya, Kapten Andres iniesta merasa bahwa Valverde memang merupakan sosok yang sangat layak menangani Barcelona musim depan.

Dia juga yakin, Valverde akan menghadirkan kesuksesan bagi Barcelona selama periodenya menukangi Raksasa Catalan.

“Dalam setiap proyek baru kami harus menargetkan yang terbaik. Sang pelatih [Valverde] sangat layak menangani Barcelona, jika tidak tentu dia tidak akan ditunjuk. Karena itu kami akan kembali musim depan dengan semangat besar dan juga dengan keinginan melangkah maju, hal yang tidak kami lakukan musim ini.”

“Tekanan di Barcelona selalu seperti itu. Itu tidak akan berubah, sehingga saya yakin musim depan akan menjadi musim yang hebat jika kami bisa menjalaninya dengan benar,” ujar Iniesta seperti dikutip Goal Internasional.

Sejauh ini, tidak diketahui, berapa durasi kontrak yang mengikat Valverde di Barcelona. Umumnya, sang pelatih akan diikat kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan kontrak satu tahun lagi.

Menurut Cristiano Ronaldo, Terlalu Rendah Hati Juga tak Baik

Melihat perjalanan fantastis yang dilakukan Juventus di sepanjang babak group dan Knock Out Liga Champions Eropa musim ini, Bintang Real madrid, Cristiano Ronaldo, enggan mengagungkan tim arahan Max Allegri tersebut. Sikap rendah hati terhadap kekuatan timnya memang diperlukan, tapi jika terlalu rendah hati, juga dianggap tidak bagus oleh Sosok berusia 32 tahun ini.

Menurut Cristiano Ronaldo, Terlalu Rendah Hati Juga tak Baik

Seperti diketahui, Juventus memang menunjukkan kehebatannya musim ini. Mereka tak hanya mampu menegaskan status sebagai yang terkuat di Italia dengan memenangkan Scudetto ke enam secara beruntun dan mempertahankan Coppa Italia untuk tiga edisi terakhir secara beruntun, tapi Taring bianconneri di Liga Champions Eropa patut diacungi jempol.

Skuat yang dibesut Massimiliano Allegri tersebut tampil terengginas sepanjang fase Knock Out, dengan hanya kebobolan satu gol , membuktikan bahwa mereka memang memiliki lini pertahanan terbaik saat ini. Sedangkan di fase group, Buffon cs hanya kecolongan dua gol saja.

Tak heran jika Juventus dianggap sebagai lawan yang akan sangat sulit ditaklukan Real Madrid pada partai final nanti. Namun, Cristiano Ronaldo sendiri enggan terlalu meninggikan derajat tim lawan, dan justru merendahkan performa timnya. Terlalu rendah hati tidak menunjukkan seorang juara menurut Eks Manchester United ini, justru rasa percaya diri yang tinggi dan keyakinan yang sangat diperlukan.

“Hari ketika final dilangsungkan, akan banyak rasa tegang di sana. Jadi saya lebih memilih untuk terus bekerja keras dan tak terlalu memikirkan final. Terlalu rendah hati juga tidak bagus untuk pemain juara. Sebaliknya, kami justru harus yakin dan menunjukkan karakter sejati guna buktikan siapa yang terbaik,” ujar Ronaldo, seperti dikutip Marca.

Jika berhasil memenangkan partai final yang akan berlangsung di Cardiff nanti, Cristiano Ronaldo tak hanya akan mengemas trofi Liga Champions Eropa ke empat dalam karirnya, tapi juga membawa Real Madrid menjadi tim pertama dalam sejarah yang memenangkan dua edisi Liga champions Eropa secara beruntun.