Kapten Barcelona Yakin Timnya Bisa Sukses Dilatih Valverde

Diakui Iniesta, bahwa Valverde akan merasakan tekanan yang hebat sebagai pelatih Barcelona, karena itulah yang juga dirasakan pelatih-pelatih sebelumnya. Namun dia yakin eks Bilbao akan mampu mengatasi hal tersebut.

Kapten Barcelona Yakin Timnya Bisa Sukses Dilatih Valverde

Kendati sebelumnya belum pernah meraih trofi, Ernesto Valverde selaku manajer anyar Barcelona, tetap dipercaya oleh kapten Raksasa Catalan, Andres Iniesta, bakal mampu menghadirkan kesuksesan bagi klubnya di musim-musim mendatang. Menurutnya, Valverde merupakan sosok yang layak menukangi Raksasa Catalan.

Seperti diketahui, pihak raksasa Catalan memang telah mengumumkan pelatih anyar mereka yang akan menggantikan Luis Enrique , dimana sosok tersebut adalah Ernesto Valverde. Tentu saja, sosok yang dalam beberapa musim terakhir ini menukangi athletic Bilbao, diharapkan bisa membawa Barcelona kembali berjaya, baik di pentas domestik maupun Eropa, sebagaimana klub yang hanya mengemas trofi Copa Del Rey sepanjang kampanye musim 2016/17 ini.

Sebelumnya, Valverde adalah pelatih Athletic Bilbao, dimana dia berhasil membawa tim basque itu mampu bersaing di papan atas klasemen, kendati tak mampu menghadirkan trofi bergengsi, namun kinerjanya tetap diakui. Karenanya, Kapten Andres iniesta merasa bahwa Valverde memang merupakan sosok yang sangat layak menangani Barcelona musim depan.

Dia juga yakin, Valverde akan menghadirkan kesuksesan bagi Barcelona selama periodenya menukangi Raksasa Catalan.

“Dalam setiap proyek baru kami harus menargetkan yang terbaik. Sang pelatih [Valverde] sangat layak menangani Barcelona, jika tidak tentu dia tidak akan ditunjuk. Karena itu kami akan kembali musim depan dengan semangat besar dan juga dengan keinginan melangkah maju, hal yang tidak kami lakukan musim ini.”

“Tekanan di Barcelona selalu seperti itu. Itu tidak akan berubah, sehingga saya yakin musim depan akan menjadi musim yang hebat jika kami bisa menjalaninya dengan benar,” ujar Iniesta seperti dikutip Goal Internasional.

Sejauh ini, tidak diketahui, berapa durasi kontrak yang mengikat Valverde di Barcelona. Umumnya, sang pelatih akan diikat kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan kontrak satu tahun lagi.

Menurut Cristiano Ronaldo, Terlalu Rendah Hati Juga tak Baik

Melihat perjalanan fantastis yang dilakukan Juventus di sepanjang babak group dan Knock Out Liga Champions Eropa musim ini, Bintang Real madrid, Cristiano Ronaldo, enggan mengagungkan tim arahan Max Allegri tersebut. Sikap rendah hati terhadap kekuatan timnya memang diperlukan, tapi jika terlalu rendah hati, juga dianggap tidak bagus oleh Sosok berusia 32 tahun ini.

Menurut Cristiano Ronaldo, Terlalu Rendah Hati Juga tak Baik

Seperti diketahui, Juventus memang menunjukkan kehebatannya musim ini. Mereka tak hanya mampu menegaskan status sebagai yang terkuat di Italia dengan memenangkan Scudetto ke enam secara beruntun dan mempertahankan Coppa Italia untuk tiga edisi terakhir secara beruntun, tapi Taring bianconneri di Liga Champions Eropa patut diacungi jempol.

Skuat yang dibesut Massimiliano Allegri tersebut tampil terengginas sepanjang fase Knock Out, dengan hanya kebobolan satu gol , membuktikan bahwa mereka memang memiliki lini pertahanan terbaik saat ini. Sedangkan di fase group, Buffon cs hanya kecolongan dua gol saja.

Tak heran jika Juventus dianggap sebagai lawan yang akan sangat sulit ditaklukan Real Madrid pada partai final nanti. Namun, Cristiano Ronaldo sendiri enggan terlalu meninggikan derajat tim lawan, dan justru merendahkan performa timnya. Terlalu rendah hati tidak menunjukkan seorang juara menurut Eks Manchester United ini, justru rasa percaya diri yang tinggi dan keyakinan yang sangat diperlukan.

“Hari ketika final dilangsungkan, akan banyak rasa tegang di sana. Jadi saya lebih memilih untuk terus bekerja keras dan tak terlalu memikirkan final. Terlalu rendah hati juga tidak bagus untuk pemain juara. Sebaliknya, kami justru harus yakin dan menunjukkan karakter sejati guna buktikan siapa yang terbaik,” ujar Ronaldo, seperti dikutip Marca.

Jika berhasil memenangkan partai final yang akan berlangsung di Cardiff nanti, Cristiano Ronaldo tak hanya akan mengemas trofi Liga Champions Eropa ke empat dalam karirnya, tapi juga membawa Real Madrid menjadi tim pertama dalam sejarah yang memenangkan dua edisi Liga champions Eropa secara beruntun.

Tatap Final UCL, Allegri Minta Para Pemainnya Lebih Tenang

Menurut sang juru taktik, partai final tidak hanya bisa dimenangkan dengan antusiasme dan kepercayaan diri, tapi juga dibutuhkan ketenangan dalam usaha tersebut untuk bisa menuntaskan laga dengan kemenangan.

Tatap Final UCL, Allegri Minta Para Pemainnya Lebih Tenang

Satu langkah lagi yang perlu dilakukan Juventus untuk mengakhiri puasa gelar Liga Champions Eropa selama lebih dari dua dekade dan menorehkan treble winner pertama dalam sejarah klub. Mereka akan berhadapan dengan Real Madrid di Final UCL musim ini, dan dalam waktu yang kurang dari sepekan, Pelatih Max Allegri meminta kepada semua pemainnya untuk tetap tenang.

Ini adalah final kedua bagi Juventus dalam tiga tahun terakkhir , dimana sebelumnya mereka berhasil mencapai babak final usai singkirkan Real Madrid di babak semifinal, untuk kemudian berhadapan dengan Barcelona di puncak. Pada laga pamungkas yang berlangsung di Berlin, Buffon dkk akhirnya harus puas dengan status sebagai runner up usai dikalahkan Raksasa Catalan lewat skor akhir 3-1.

Sejumlah pihak, termasuk bek Barcelona, Gerard Pique, menilai bahwa kesalahan Juventus dalam pertandingan tersebut hanya satu, tegang. Ya, para pemain Bianconneri memang terlihat tegang, dan karena alasan ini, max Allegri tak ingin ada kesalahan serupa terulang saat menghadapi real Madrid di cardiff nanti. Sang manajer menyerukan agar para pemainnya tetap tenang.

“Musim ini berjalan indah. Tinggal Cardiff yang tersisa. Mulai Senin, kami hanya akan bersiap untuk memenangi laga final itu,”

“Kami akan berangkat ke Cardiff dengan penuh ketenangan. Hanya dengan cara itu sebuah laga final akan dimenangkan. Itu akan menjadi laga yang luar biasa melawan tim yang juga luar biasa. Tidak setiap musim kami bisa mendapat kesempatan ini. Kami bermain di final kedua dalam tiga musim terakhir. Semua ini berkat kerja keras para pemain dan semua orang di klub. Untuk memenangi final tidak cuma butuh antuasiasme atau kepercayaan diri, namun juga ketenangan,” kata Allegri seperti dikutip Mediaset Premium .

Adapun, pertandingan final ini akan digelar di Cardiff Stadium, Wales, pada 4 Juni mendatang.

Raphael Varane Siap Sambut Mbappe di Madrid

Pemain berusia 24 tahun itu mengakui bahwa Bomber Muda Monaco memiliki talenta dan potensi yang besar untuk jadi pemain hebat di masa mendatang. Karenanya, Varane akan siap menyambut kehadiran Mbappe, terlebih yang bersangkutan juga berasal dari Prancis.

Raphael Varane Siap Sambut Mbappe di Madrid

Bek Raphael Varane belum lama ini turut buka suara soal desas-desus kedatangan penyerang muda asal Negaranya, Prancis, dimana sosok tersebut tak lain tak tak bukan adalah Kylian Mbappe. Meskipun rumor ini dipercaya hanya 50 persen kebenarannya, Varane mengaku siap tetap menyambut kehadiran pemain 20 tahun itu di Santiago Bernabeu.

Harus Dikatakan dan harus diakui bahwa Mbappe saat ini adalah salah satu investasi menjanjikan yang dimiliki AS Monaco. Performa gemilang ditampilkan penyerang belia asal Prancis itu dengan torehan 15 gol dari 29 penampilannya di semua ajang pada kampanye musim 2016/17 ini. Lewat catatan apik tersebutpun Mbappe mampu menggiring AS Monaco sampai ke Semifinal Liga Champions Eropa dan mematahkan dominasi Paris Saint-Germain dalam perburuan titel Ligue 1 Prancis.

Tak ada yang salah jika kemudian performa apik ini berujung pada pengakuan banyak pihak, sebagaimana munculnya ketertarikan dari sejumlah raksasa Eropa akan sosok berusia 20 tahun ini. Raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid , diklaim sebagai tim yang begitu mendambakan sosok Mbappe. Meskipun berdasarkan informasi yang terdengar, Madrid tak mau merogoh kocek yang cukup dalam untuk menebus sang pemain dari Monaco, tapi Bek mereka, Raphael Varane tetap siap menyambut kehadiran sang Bomber muda di Santiago bernabeu.

Pemain berusia 24 tahun ini juga mengaku akan berbicara tentang kemungkinan transfer ini dengan Mbappe jika ada kesempatan bertemu di Tim Nasional Prancis pada musim panas nanti.

“Mbappe adalah youngster yang sangat bagus dengan potensi besar, Akan menyenangkan untuk melihatnya di sini. Berhubung dia orang Prancis, maka dia akan disambut. Kami pasti akan membahas mengenai kemungkinan itu [ketika ada kesempatan].” kata Varane kepada Telefoot.

Neymar Berkembang Banyak tapi Sayang Kurang Trofi

Hal tersebut dituturkan oleh manajer Luis Enrique yang tengah menjalani musim terakhirnya sebagai pelatih Barcelona. Pemain Brazil disebut sang manajer sudah berkembang pesat, dari segi permainan, kedewasaan, kematangan dan pemahaman akan pertandingan.

Neymar Berkembang Banyak tapi Sayang Kurang Trofi

Bintang muda Brazil, Neymar JR, tengah menjalani tahun ke empatya bersama dengan Barcelona. Selama empat tahun terakhir, sosok berusia 25 tahun itu telah berkembang sangat pesat, namun sayangnya pada kampanye musim ini, disaat perkembangannya terlihat jelas, sang pemain justru belum memenangkan trofi apapun.

Seperti diketahui, Neymar didatangkan dari Santos pada bursa transfer musim panas tahun 2013 silam. Pada musim debutnya bersama Raksasa Catalan, bintang Brazil ini bisa dikatakan belum mampu tampil maksimal. Tapi di musim kedua, musim ketiga dan puncaknya di musim ini, Neymar tampil gemilang. Dia memang tidak begitu bagus dalam hal statistik musim ini, namun secara performa, eks pemain Santos pantas diacungi dua jempol.

Pelatih Luis Enrique sendiri mengakui hal tersebut, Neymar dianggapnya telah berkembang pesat sejak hari pertama di barcelona. Tak hanya dalam hal kematangan dan kedewasaan bermain, tapi juga tentang bagaimana memahami jalannya pertandingan. Namun, disayangkan sang manajer, Bintang brazil itu hanya kurang raihan trofi.

“Neymar telah berevolusi sejak saya datang ke Barca. Anda bisa melihat kedewasaannya dan perkembangannya dalam permainannya, bukan hanya dalam hal kemampuan tapi juga dalam memahami permainan. Ia menjalani musim yang hebat, tapi pemain membutuhkan trofi dan tahun ini mereka kurang mendapatkannya,” ujar Enrique.

Adapun, Barcelona saat ini tengah menatap partai final Copa Del Rey, dimana mereka akan berhadapan dengan Deportivo Alaves. Trofi Piala Raja menjadi satu-satunya harapan Barca musim ini setelah sebelumnya gagal dalam persaingan liga champions dan mempertahankan trofi La Liga.

Francesco Totti akhirnya Umumkan Laga Terakhirnya Dengan Roma

Hanya saja, sang Kapten tidak menjelaskan secara detail, apakah itu laga terakhirnya sebagai pemain bersama klub, atau hanya laga terakhirnya bersama AS Roma. Yang jelas, di akhir perkataannya, Totti mengaku siap untuk tantangan baru.

Francesco Totti akhirnya Umumkan Laga Terakhirnya Dengan Roma

Setelah sekian lama hanya terdengar sebagai kabar angin, akhirnya legenda hidup sekaligus kapten AS Roma, memberikan konfirmasi terkait dengan masa depannya bersama klub. Diakui oleh Francesco Totti bahwa laga kontra Genoa pada minggu mendatang merupakan laga terakhirnya bersama dengan AS Roma.

Sebagaimana diketahui, Totti memang telah berusia 40 tahun saat ini, melalui 25 tahun terakhir sebagai pemain AS Roma, mengenakan seragam kebanggaan klub dan menjadi idola dari para tifosi Gialorossi. Tak heran jika musim ini dipercaya sebagai musim terakhir bagi sang kapten untuk menjalani karirnya sebagai pemain sepakbola.

Bahkan, pihak AS Roma juga sudah mempersiapkan jabatan baru untuk diperankan Totti jika memang sang legenda memutuskan pensiun, dimana jabatan tersebut sendiri adalah direktur teknik. Sayangnya, belakangan, Totti masih bungkam soal keputusan masa depannya, apakah akan tetap bermain atau gantung sepatu.

Tapi yang jelas, laga melawan Genoa nanti, Totti mengakui adalah laga terakhirnya sebagai pemain AS Roma, hanya saja pernyataannya itu masih ambigu, karena tidak mendetail.

“Roma versus Genoa, Minggu, 28 Mei 2017, merupakan pertandingan terakhir saya dengan mengenakan seragam Roma. Sungguh mustahil diungkapkan dalam beberapa kata, seluruh warna klub yang mewakili saya. Saya hanya merasa, cinta saya pada sepakbola belumlah berakhir.”

“Ini adalal soal passion. Inilah passion saya. Begitu dalam, sehingga saya tidak sampai berpikir untuk berhenti dari sepakbola. Tidak pernah. Mulai Minggu, saya siap untuk pergi. Saya siap untuk tantangan baru,” papar Totti.

Marc Overmars Sindir Gaya Bermain Manchester United

Legenda Ajax tersebut menilai bahwa tim arahan jose mourinho terlihat begitu takut mengambil resiko untuk bermain menyerang, dan akhirnya bertahan sepanjang laga. Menurut Overmars, filosofi tersebut sangat bertentangan dengan filosofi yang dimainkan oleh Ajax.

Marc Overmars Sindir Gaya Bermain Manchester United

Manchester United memang berhasil menggondol pulang trofi liga Europa musim ini setelah mengalahkan wakil Eredivisie, Ajax Amsterdam. Namun, performa tim arahan Jose Mourinho dalam pertandingan tersebut menuai kritik dari salah seorang legenda Ajax, Marc Overmars.

Sebagaimana diketahui, partai final Liga Europa musim ini mempertemukan Manchester united dan Ajax Amsterdam, dimana partai tersebut sendiri berlangsung di Friends Arena, Solda, Stockholm, Swedia, pada Kamis dinihari WIB, 25 mei 2017. Sejak menit pertamma, Ajax Amsterdam mendominasi pertandingan dengan filosofi menyerang, sedangkan Manchester United lebih cenderung bertahan.

Justru, Setan merah yang berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut dengan Paul Pogba yang lebih dulu membuka keunggulan di menit ke-18, sebelum akhirnya Henrikh Mkhitaryan memastikan gelar juara jatuh ke dekapan United melalui golnya pada babak kedua. Selepas pertandingan, Ajax Amsterdam yang mungkin merasa kecewa dengan hasil akhir, melayangkan sindiran sekaligus kritik terhadap gaya bermain tim arahan Jose Mourinho, melalui salah satu legenda mereka, Marc Overmars.

“Gaya bermain kami adalah berani mengambil risiko dalam menyerang dan kami selalu berusaha menguasai jalannya permainan,”

“Namun kebanyakan tim akan menunggu dan berpikir mereka akan lihat apa yang nanti bakal terjadi. Kami tahu kebanyakan pelatih berpikir mereka pertama harus menutup ruang dulu di lini belakang, untuk menghindari kemasukan gol, sebelum bisa bermain lebih ofensif. Apakah Mourinho bersama Manchester United melakukan pendekatan seperti itu? Tentu saja,” buka Overmars, seperti dikutip Telegraph.

Ross Barkley Cocok Main di Manchester United

Pendapat itu datang dari salah seorang mantan pemain andalan The Toffees, Leon Osman yang melihat bahwa tim seperti Manchester United membutuhkan sosok pemain berkualitas dengan kemampuan apik dalam diri Ross Barkley. Namun, dia tidak tahu apakah Barkley mampu menembus tim utama Setan Merah.

Ross Barkley Cocok Main di Manchester United

Ross Barkley disebut-sebut tengah berada di ambang pintu keluar Goodison Park Setelah menolak tawaran perpanjangan kontrak dari pihak Everton beberapa waktu lalu. Terkait hal tersebut, gelandang timnas Inggris ini disarankan menimbang tawaran yang ada di musim panas nanti, terutama jika datangnya dari Manchester United, karena dia dirasa akan cocok bermain di klub tersebut.

Sebagai informasi, gelandang serang berusia 27 tahun itu merupakan salah seorang produk akademi Everton yang kemudian menjadi bagian dari tim utama The Toffees sejak 2010. Dia mulai diandalkan Everton sejak 2013, dan sejak kemunculannya tersebut, sudah banyak tim yang berminat terhadap sang pemain. Namun, Barkley sendiri memutuskan untuk tetap bertahan di Goodison Park.

Saat ini, Barkley menyisakan dua tahun dalam kontraknya bersama dengan Everton, dan belum lama pihak klub mengkonfirmasi bahwa gelandang tim nasional Inggris tersebut tidak menyepakati kontrak anyar yang mereka berikan. tentu saja, ini adalah indikasi tegas bahwa Barkley memang ingin mencoba peruntungan baru bersama klub lain.

Jika memang demikian, bekas gelandang Everton, Leon Osman, menyarankan kepada barkley untuk merapat ke Old Trafford, karna dia dinilai akan cocok bermain bagi tim arahan Jose Mourinho tersebut.

“Dia adalah salah satu pemain top di Liga Primer, Dia mendapati musim yang cukup bagus bersama Everton, mencetak sejumlah gol hebat dan menunjukkan kemampuannya. Jika sebuah tim merasa dia bisa menambahkan kualitas, mereka pasti akan merekrutnya. Sejauh ini dia dirumorkan ke Tottenham. Mereka punya tim fantastis, namun apakah dia bisa masuk ke dalam starting XI? Saya tidak tahu.”

“Saya pikir tim seperti Man United mungkin membutuhkannya. Jose Mourinho suka pemain yang memiliki kecapakan fisik, dia suka jika timnya begitu powerful dan berbadan besar, dan Ross Barkley jelas sangat cocok.” ujarnya kepada talkSPORT.

Sunderland Terdegradasi, David Moyes Mengundurkan Diri

Pemilik klub, Ellis Short yang sempat bertemu dan berbicara dengan eks pelatih Everton itu mengaku sudah membujuk Moyes agar bertahan di Stadium of Light dan membantu klub kembali bermain di Premier League, namun Moyes menolaknya.

Sunderland Terdegradasi, David Moyes Mengundurkan Diri

Sunderland dan David Moyes akhirnya resmi berpisah setelah keduanya sepakat untuk mengakhiri kerja sama, terhitung sejak selasa, 22 Juni 2017. Tentu saja, keputusan yang diambil sang manajer asal Skotlandia ini tak terlepas dari fakta bahwa The Black Cats tersingkir alias terdegradasi dari ajang Liga Primer Inggris musim ini.

Sebagaimana diketahui, Moyes memang datang dan menangani tim utama Sunderland sejak pertengahan musim, menggantikan Sam Allardyce yang memilih untuk mundur karena akan menangani timnas Inggris. Sayangnya, Moyes yang sebelumnya sempat menangani Real Sociedad dan Manchester United tidak bisa membantu klub tersebut keluar dari Zona Degdradasi. Sunderland sndiri akhirnya tersingkir dari ajang Premier League sebagai tim terbawah di klasemen akhir.

Keputusan akhir ini sebenarnya sedikit mengejutkan, pasalnya Moyes sendiri sempat berujar bahwa dia akan bertahan di Sunderland, kendati klub akhirnya harus terdegradasi. Tak heran, pemilik klub Ellis Short merasa sedikit kecewa dengan keputusan Moyes, karena dia juga sempat membujuk juru taktik asal Skotlandia itu.

“Saya membujuk David Moyes untuk bertugas selama beberapa waktu ketika penunjukannya pada musim panas lalu. Oleh karena itu, pengumumannya ini cukup menyulitkan semua orang di klub,”

“Setelah bekerja keras di sepanjang musim ini untuk menghindari degradasi, David memutuskan untuk pergi tanpa kompensasi apa pun. Ini menunjukkan karakter besarnya. Untuk beberapa waktu ke depan, kami akan mengevaluasi diri, fokus di bursa transfer, menjalani pramusim, dan bersiap menghadapi Championship. Kami mendoakan yang terbaik untuk David,” kata Short dalam pernyataan resminya.

Adapun, sosok yang pernah menukangi Everton dan Manchester United tersebut tidak menjelaskan secara jelas alasannya memilih mundur dari kursi pelatih Sunderland, dia hanya mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak selama ini.

Stephan el Shaarawy Berharap Dipanggil Timnas Italia

Mantan winger AC Milan tersebut mengaku berada dalam kondisi terbaik baik itu secara fisik maupun psikologis, jadi dirinya berharap momen spesial ini dilengkapi dengan panggilan dari Nazionale, karna hal tersebut menurutnya sangatlah penting.

Stephan el Shaarawy Berharap Dipanggil Timnas Italia

Bermain bagi tim Nasional adalah impian bagi setiap pemain, tak terkecuali para pemain bintang sekalipun yang tampil mentereng di Eropa. Terlebih, pada musim panas ini, banyak negara yang akan melanjutkan kiprah mereka di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Nah terkait hal ini, winger AS Roma, Stephan El Shaarawy berharap bisa dipanggil kembali untuk membela timnas Italia di kancah Internasional.

Sebagaimana diketahui, El Shaarawy sempat membela tim Nasional Italia di tahun 2014 lalu, namun karena performanya yang dinilai menurun, dia tak disertakan dalam ajang Piala Eropa 2016 lalu, dan juga tidak menjadi bagian dari skua gli Azzurri pada babak kualifikasi Piala dunia 2018 di awal musim ini.

Sedangkan, sang pemain menjalani kampanye musim 2016/17 dengan cukup baik sebagai pemain pinjaman di AS Roma. Dia bahkan mengemas dua gol dalam partai terbaru yang dimainkan Gialorossi melawan Chievo Verona. Selepas pertandingan yang berlangsung akhir pekan kemarin tersebut, Shaarawy kemudian mengaku begitu senang, dan berharap performanya bisa membuahkan panggilan dari Tim Nasional Italia.

Pemain pinjaman dari AC Milan itu merasa dalam kondisi fit, baik secara fisik maupun psikologis.

“Chievo mengawali laga dengan agresif dan tangguh. Kami tahu ini akan jadi pertandingan yang sulit. Mereka menekan kami dan memaksimalkan peluang mereka, seperti saat gol kedua, ketika kami tak terlalu berkonsentrasi pada umpan silang,”

“Terlepas dari itu, kami mampu membalas dua kali dan secara bertahap memutar balik situasi. Sekarang kami harus fokus pada Genoa dan mempertahankan posisi kedua.”

“Saya merasa sangat sehat secara psikologis, bukan hanya sebagai pemain. Jadi ini adalah momen yang spesial bagi saya. Saya harap ini berujung dan membawa saya pada Nazionale, karena saya sangat peduli dengan hal itu,” ungkapnya pada Sky Sport Italia.