Maurizio Sarri Sempat Sesali Terlambat Menemukan Potensi Dries Mertens

Sebagai seorang pelatih Maurizio Sarri sempat mengakui penyesalannya karena tidak menemukan potensi mencetak gol Dries Mertens sebelumnya. Namun untungnya hal tersebut telah berlalu dan pemain timnas Belgia rutin mencetak bahkan dalam dua musim terakhinya, Ia kembali memukau.

Maurizio Sarri bersama salah satu pemain andalannya Dries Mertens
Maurizio Sarri bersama Dries Mertens di Napoli

Mertens telah mejalani karirnya mulai dari klub papan bawah, seperti, Eendracht Aalst yang bermain di divisi ketiga kompetisi sepak bola Belgia dan AGOVV Apeldoorn yang bermain di divisi kedua Belanda. Namun pada musim panas 2009, ia direkrut oleh FC Utrecht, di divisi utama Belanda selama tahun dan menuju rivalnya PSV Eindhoven.

Di klubnya yang terakhir ia telah menjadi bintang klub dimana dalam 88 pertandingan yang melibatkannya disemua kompetisi, ia telah menghasilkan 45 gol. Hal in membuat Napoli tertarik kepadanya dan berhasil mendapatkan tanda tangannya pada musim panas 2013.

Sayangnya walaupun rutin dimainkan di tim utama, namun ia tak mampu mendulang kesuksesan seperti di Belanda. Memang ia selalu mecetak dua digit di tiga musim perdananya disemua kompetisi, namun hal tersebut tidaklah cukup untuk seorang striker.

Perubahan pun terjadi di musim 2016-17 lalu, dimana pemain internasional Belgia itu menikmati musim yang paling subur untuk Napoli. Bahkan saat itu ia mencetak 34 gol dalam satu musim yang merupakan puncak kejayaannya dalam hal menjebol gawang lawan.

“Tim harus menolong dirinya sendiri pertama dan terutama, sisanya datang sebagai konsekuensinya. Jika kami memiliki performa yang luar biasa, maka Mertens akan memiliki lebih banyak peluang untuk mencetak gol, ”kata Maurizio Sarri kepada wartawan.

Dries Mertens cetak angka saat Napoli Vs Torino
Dries Mertens cetak angka saat Napoli Vs Torino

Pelatih itu mengakui ia menyesali bahwa ia baru menemukan potensi terbaik untuk sang pemain dengan menempatkannya di posisi sayap kiri dalam formasi 4-3-3 miliknya, namun hal tersebut kini terbayar.

“Sangat memuaskan bahwa striker kami telah mencetak banyak gol, tetapi kami hanya mencoba untuk mendapatkan potensi penuh di dalamnya. Gonzalo Higuain adalah kelas dunia, Dries adalah fenomenal dan jika dia melakukannya dengan sangat baik sekarang, itu hanya karena kami tidak menyadari potensi tersebut cukup dini. “.

Ia menambahkan, “Kami pikir Dries sudah lahir sebagai penyerang tengah. Namun Kami semua membuat kesalahan, termasuk saya sendiri, dengan berpikir dia paling baik datang dari bangku cadangan. ”.

Namun kini diketahui bahwa Maurizio Sarri sedang dalam perjalanannya menuju Chelsea menggantikan Antonio Conte dimusim depan. Walaupun pelatih Napoli belum memiliki banyak Piala dikantongnya, namun disinyalir, ia dibidik karena yang mampu menemukan potensi pemain dengan baik seperti kemampuan mencetak gol Dries Mertens yang sebelumnya ia gagal amati.

 

Chelsea Ingin Gantikan Antonio Conte Dengan Maurizio Sarri

Manajer Napoli saat ini yaitu Maurizio Sarri, diketahui menjadi target buruan dari Chelsea untuk dapat mereka boyong dimusim panas mendatang. Hal ini diungkapkan oleh media The Mirror, dimana jawara Premier League musim lalu itu, ingin menggantikan posisi Antonio Conte yang telah membawa klubnya berada diperingkat kelima klasemen Premier League pada kampanye yang sedang mereka jalani.

Maurizio Sarri Napoli menuju Chelsea
Maurizio Sarri Napoli menuju Chelsea

Memang mantan manajer timnas Italia tersebut mampu tampil cemerlang dimusim perdananya di Stamford Bridge dan berhasil membawa piala Premier League untuk klubnya. Namun sayangnya hal tersebut tak berlaku musim ini bahkan ia hanya dapat membawa timnya bertengger diperingkat kelima klasemen, dan diprediksi takkan mampu meraih tiket menuju Liga Champions musim depan.

Hal ini dikarenakan saat ini The Blues menduduki tempat kelima klasemen, tertinggal lima poin di belakang Tottenham Hotspur. Cukup berat untuk mengejarnya dalam empat pertandingan yang tersisa dimusim ini. Di kompetisi Piala FA, Conte masih berkesempatan untuk menyuguhkan gelar juara, namun sepertinya hal itu takkan mengubah apapun.

Dengan dewan direksi yang kecewa, masa depan Conte pun terancam karena mereka diperkirakan akan mengambil tindakan yaitu menggantikan Conte dengan pelatih baru. Apalagi Conte tak senang dengan kebijakan klub yang bermasalah untuk mendatangkan pemain yang diinginkannya, seperti Romelu Lukaku dan beberapa pemain lainnya.

Chelsea pun dikaitkan dengan berbagai pelatih yang berpeluang untuk mengisi jabatan Conte, sebut saja manajer Juventus Massimiliano Allegri serta mantan bos Barcelona Luis Enrique. Namun kabar terbarunya, mereka mengincar pelatih Italia lainnya yaitu Maurizio Sarri yang saat ini melatih Napoli. Bahkan sang pelatih berusia 59 tahun itu juga diketahui bersedia menuju Inggris setelah musim ini usai.

Walau pun selama berkarir menjadi pelatih sejak tahun 200i lalu ia belum pernah mendapatkan piala ditim yang diasuhnya, namun Ia telah melakukan pekerjaan luar biasa sejak mengambil alih Napoli dari tangan Rafael Benitez pada musim panas 2015 lalu. Terbukti saat ini Ia membawa Napoli berada diperingkat kedua klasemen Serie A, terpaut empat poin dengan Juventus diatasnya. Masih ada kemungkinan mereka bisa menyusul walaupun cukup berat di lima pertandingan tersisa.

Maurizio Sarri bersama salah satu pemain andalannya Dries Mertens
Maurizio Sarri bersama Dries Mertens di Napoli

Maurizio Sarri telah dikenal dengan taktik sepakbola yang lentur dalam hal menyerang dan akan memperbaiki strategi Chelsea yang cenderung defensif saat di bawah Conte. Sebut saja pemain lini depan yang mulai tajam kembali dimusim ini seperti Arkadiusz Milik, Lorenzo Insigne, José Callejón dan juga Dries Mertens.

Akan menarik untuk melihat langkah Chelsea untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Antonio Conte dimusim panas mendatang. Pasalnya walaupun Maurizio Sarri diprediksi mampu memperbaiki daya serang Chelsea namun minimnya jumlah piala yang telah diraihnya, akan menjadi batu sandungan dikemudian hari.